Rahasia di Balik Lantai Container 20 Feet dan 40 Feet: Spesifikasi, Bahan, dan Tips Perawatannya

Daftar Isi

 Pernah nggak sih Anda masuk ke dalam sebuah container kosong, lalu menjejakkan kaki dan berpikir, "Ini lantainya terbuat dari apa ya? Kok kuat banget bisa nahan beban berton-ton?"

Seringkali, saat kita bicara soal kontainer, kita terlalu fokus pada dinding besinya (Corten Steel) yang anti karat itu. Padahal, ada satu pahlawan tanpa tanda jasa yang menopang seluruh beban muatan Anda: Lantai Container.

Sebagai orang yang sehari-hari "mengoprek" peti kemas menjadi kantor, kafe, atau rumah, saya sering banget dapat pertanyaan soal ini. Apalagi bagi Anda yang berencana membeli unit bekas atau melakukan modifikasi. Kondisi lantai adalah deal breaker.

Nah, kali ini mari kita kupas tuntas segala hal tentang lantai container 20 feet dan 40 feet. Siapkan kopi Anda, kita ngobrol santai tapi "daging" semua isinya.

"Fondasi yang kuat bukan hanya menahan beban, tapi juga memberikan rasa aman. Begitu juga dengan lantai container, ia adalah nyawa dari kekuatan peti kemas."

Apa Itu Lantai Container Sebenarnya?

Jangan bayangkan ini seperti triplek biasa yang Anda beli di toko material bangunan sebelah rumah, ya. Lantai container standar pengiriman internasional (ISO) dirancang untuk "disiksa".

Lantai ini harus mampu menahan beban forklift yang berlalu-lalang membawa palet barang. Bayangkan tekanan roda forklift itu! Kalau pakai kayu sembarangan, pasti sudah jebol seketika.

Secara teknis, lantai ini disebut sebagai Marine Grade Plywood. Istilah "Marine" di sini menandakan bahwa kayu ini tahan terhadap kelembapan ekstrem, air laut, dan perubahan cuaca drastis selama perjalanan di samudera.

Terbuat dari Kayu Apa?

Inilah pertanyaan yang paling sering muncul.

Umumnya, lantai container 20 feet dan 40 feet menggunakan kayu keras tropis. Jenis kayu yang paling populer dan menjadi standar industri adalah Kayu Keruing atau Apitong.

Kenapa Apitong? Karena kayu ini punya densitas (kepadatan) yang sangat tinggi dan serat yang lurus. Selain kayu solid, belakangan ini juga mulai populer lantai container yang terbuat dari Bambu laminasi. Bambu dinilai lebih ramah lingkungan dan punya kekuatan tarik yang luar biasa, bahkan menyaingi baja dalam rasio tertentu.

Jadi, intinya materialnya bukan kayu lunak (softwood), melainkan hardwood pilihan.

Spesifikasi Teknis: Tebal, Lapis, dan Ukuran

Oke, mari kita masuk ke bagian teknis. Kalau Anda mau beli lantai pengganti atau sekadar mengecek kondisi unit, angka-angka ini wajib Anda hafal di luar kepala.

1. Ketebalan (Thickness)

Standar emas untuk lantai container dry van (container kering standar) adalah 28mm.

Ya, tebalnya hampir 3 cm! Inilah alasan kenapa lantai ini sangat rigid dan tidak melendut saat diinjak.

2. Berapa Lapis? (Ply)

Untuk mencapai ketebalan 28mm dengan kekuatan maksimal, kayu ini disusun secara berlapis (layer). Umumnya, satu lembar panel lantai terdiri dari 19 lapis (19 ply) atau bahkan 21 lapis.

Lapisan ini direkatkan dengan lem fenolik khusus (WBP - Weather and Boil Proof) yang tahan air panas sekalipun. Jadi, jangan harap lantainya bakal melepuh cuma karena ketumpahan air hujan.

3. Ukuran Panel (Sheet Size)

Perlu diingat, lantai container tidak dibuat dari satu lembar kayu raksasa sepanjang 6 atau 12 meter. Itu mustahil. Lantai ini terdiri dari beberapa panel modular.

Ukuran per lembar panel biasanya adalah 1160 x 2400 mm atau 1220 x 2440 mm, tergantung pabrikannya.

  • Untuk Container 20 Feet: Biasanya membutuhkan sekitar 6 lembar panel plywood.
  • Untuk Container 40 Feet: Biasanya membutuhkan material dua kali lipatnya, plus beberapa potongan tambahan untuk menutup area pintu.

4. Berat Lantai

Ini yang sering orang kaget. Karena densitasnya tinggi, lantai ini berat banget, lho.

Satu lembar panel plywood container (ukuran standar) bisa memiliki berat sekitar 60 kg hingga 70 kg.

Jadi, untuk lantai container 20 feet, total berat kayunya saja bisa mencapai 350-400 kg. Bayangkan untuk yang 40 feet, berat lantainya saja hampir satu ton!

Inilah kenapa saat memodifikasi container, kami selalu menghitung beban lantai ini kalau mau dipindah-pindah menggunakan crane.

Masalah Umum dan Cara Perbaikannya

Namanya juga barang dipakai, apalagi container bekas (secondhand), pasti ada masanya lantai mengalami kerusakan. Musuh utamanya biasanya adalah:

  1. Oli yang tumpah (bikin licin dan bau).
  2. Air yang menggenang lama (bikin lapuk/rot).
  3. Hantaman benda keras (bikin gouge atau lubang).

Lalu, bagaimana jika lantai container 20 feet dan 40 feet milik Anda rusak?

Opsi 1: Patching (Tambal Sulam)

Jika kerusakannya kecil, misalnya hanya ada lubang atau bagian lapuk seukuran piring, Anda tidak perlu mengganti satu lembar utuh.

  • Caranya: Potong bagian yang rusak bentuk kotak, bersihkan area crossmember (besi penyangga di bawah lantai), lalu pasang potongan plywood baru dengan ketebalan sama (28mm). Seal pinggirannya dengan sealant atau dempul kayu agar air tidak masuk.

Opsi 2: Ganti Per Panel

Jika satu lembar sudah "membal" atau terasa empuk saat diinjak, itu tandanya lapisan dalamnya sudah busuk (delaminasi).

  • Caranya: Lepaskan sekrup lantai (floor screws). Ini bagian tersulit karena sekrup container itu tipe self-tapping baja yang seringkali sudah berkarat menyatu dengan rangka. Seringkali kami harus membor atau memotong kepala sekrupnya. Angkat panel lama, pasang yang baru, dan bor ulang sekrup baru ke besi crossmember.

Opsi 3: Overlay (Untuk Modifikasi)

Kalau Anda memodifikasi container untuk jadi kantor atau rumah, dan lantainya jelek secara visual tapi masih kuat, jangan dibongkar!

Caranya: Cukup amplas permukaannya, bersihkan noda oli (bisa pakai cat epoxy primer khusus), lalu timpa (overlay) dengan vinyl, parket, atau keramik. Lantai asli container yang tebal itu adalah sub-floor atau dasar yang sangat stabil untuk keramik.

Lantai container bukan sekadar alas pijakan. Ia adalah komponen engineering yang presisi.

Memahami spesifikasi lantai container 20 feet dan 40 feet sangat penting, baik Anda seorang pengusaha logistik yang ingin menjaga keamanan kargo, maupun pegiat modifikasi yang ingin menyulap kotak besi ini menjadi ruang huni yang nyaman.

Ingat, ketebalan 28mm dan material kayu keras (hardwood) adalah kunci kekuatannya. Jika Anda berniat menggantinya, pastikan Anda mendapatkan spesifikasi yang sesuai standar ISO agar investasi Anda tidak sia-sia.

Apakah lantai container Anda saat ini mulai terasa "empuk" atau berlubang? Atau Anda sedang bingung mau melapisinya dengan apa untuk cafe container Anda?

Jangan ragu untuk konsultasi atau tinggalkan komentar di bawah. Mari kita diskusikan solusi terbaik untuk proyek container Anda!

Semoga artikel ini membantu proyek modifikasi atau logistik Anda!


Posting Komentar